PSSI Berharap Pemain Dan Pelatih Tak Pulang

PSSI Berharap Pemain Dan Pelatih Tak Pulang

PSSI Berharap Pemain Dan Pelatih Tak Pulang

Juara bola – PSSI Berharap Pemain Dan Pelatih Tak Pulang Karena Dalam Persaingan Shopee Liga 1 2020 yang disetop karena epidemi virus corona memaksakan tidak ada kesibukan di tiap team peserta, termasuk juga PSIS Semarang. Beberapa pemain diberi peluang libur panjang, untuk kembali lagi pulang ke wilayah semasing. Tetapi, PSIS mengharap beberapa pemain serta pelatih asing mereka tidak putuskan untuk kembali pada negara semasing sama yang dilaksanakan pemain asing team lain.

Sekarang semua pemain dari 18 club Liga 1 2020 lakukan latihan mandiri dari tempat tinggalnya semasing. Beberapa pemain yang berasal di luar wilayah teamnya bertempat, pilih pulang ke kampung halaman serta habiskan waktu bersama-sama keluarga sambil berlatih mandiri.

Dalam Serta beberapa pemain asing dari beberapa club putuskan untuk kembali pada negara semasing walau harus jalani karantina sepanjang 14 hari saat baru datang. Tetapi cukup banyak juga pemain asing yang putuskan untuk selalu ada di Indonesia sepanjang epidemi ini berjalan.

Beberapa pemain asing PSIS Semarang contohnya. Wallace Costa, Jonathan Cantillana, serta Bruno Silva masih ada di Semarang. Begitu juga dengan team pelatih, yakni Dragan Djukanovic, Zarko Curcic, serta Emilio Cugnier Filho. Cuma Flavio Beck Junior yang telah kembali pada negara aslinya, Kroasia.

Manajemen PSIS Semarang mengaku mereka yang masih tetap bertahan di Indonesia memanglah belum ajukan izin untuk kemali ke negara aslinya semasing. Serta manajemen club juga sekarang mengharap mereka yang masih tetap berada di Indonesia selalu putuskan untuk bertahan serta jangan kembali lagi dahulu ke negara aslinya.

Baca Juga : PSSI Masih Belum Memilih Sekjen Baru Pengganti Ratu

Selama ini belumlah ada yang minta izin untuk pulang ke negaranya. Kami mengharap jangan pulang dahulu ditengah-tengah epidemi virus corona yang masih tetap menyebar, “tutur General Manajer PSIS Semarang, Wahyu Winarto, Kamis (16/4/2020).

Akan Tetapi, Wahyu Winarto memperjelas faksinya tidak punyai hak untuk larang bila selanjutnya pemain serta pelatih asing PSIS putuskan untuk pulang dahulu ke negara aslinya semasing. Jika memang ingin pulang, kami pun tidak dapat meredam. Mungkin mereka mempunyai kepentingan di negaranya yang kami tidak kenali, “tutur GM PSIS Semarang itu.

PSIS Semarang tidak mau meredam bila beberapa pemain serta pelatih putuskan untuk pulang. Masalahnya persaingan sepak bola di Indonesia akan stop untuk periode waktu yang panjang.

PSSI semenjak awal sudah tentukan persaingan akan berguling kembali lagi sesudah 1 Juli 2020. Itu juga bila status genting epidemi penyakit COVID-19 yang diputuskan pemerintah tidak diperpanjang dari sebelumnya, yakni 29 Mei 2020. Bila pemerintah Indonesia putuskan untuk perpanjang waktu status genting melewati 29 Mei 2020, karena itu PSSI memutskan untuk menggagalkan musim persaingan 2020.

Tinggalkan Balasan